Rabu, 01 April 2015

Perbedaan konseling dan psikoterapi



Perbedaan konseling dan psikoterapi
Andi Mappiare (1996) menerangkan tentang perbedaan antara konseling dan psikoterapi, yang dirangkum sebagai berikut :


Konseling
Psikoterapi
Lingkup
Bagian dari Psikoterapi
Bentuk terapi psikologi
Sekaligus Konseling.
Fokus
Pengembangan, Pendi-dikan dan Pencegahan.
Penyembuhan,Penyesu-
aian dan Pengobatan.
Dasar
Falsafah atau pandangan tentang  manusia.
Ilmu atau teori Kepribadian dan Psikopatologi.
Tujuan dan cara
Identifikasi dan pengembangan Kekuatan positif pada individu.
Membantu klien untuk menjadi seorang yang berfungsi secara sempurna.
Mengatasi kelemahan tertentu melalui berbagai cara praktis : pembedahan psikis dan pembedahan otak.

Lebih lanjut, ada yang meninjau bahwa perbedaan psikoterapi dan konseling dibedakan berdasarkan : jangka waktu dan fokus masalahnya. Psikoterapi pada umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan konseling. Disamping itu psikoterapi lebih ditujukan untuk permasalahan yang lebih berat yang ditujukan kearah pemahaman diri yang intensif tentang dinamika-dinamika yang bertanggungjawab atas terjadinya krisis-krisis kehidupan.
Corey (1999 : 11) mengemukakan bahwa konseling menunjuk pada proses di mana klien diberi kesempatan untuk mengeksplorasi diri yang bisa mengarah pada peningkatan kesadaran dan kemungkinan memilih. Proses konseling sering berjangka pendek, difokuskan pada masalah-masalah dan membantu individu dalam menyingkirkan hal-hal yang menghambat pertumbuhannya. Individu juga dibantu untuk menemukan sumber-sumber pribadi agar bisa hidup lebih efektif. Psikoterapi difokuskan pada proses-proses tak sadar, lebih banyak berurusan dengan pengubahan struktur kepribadian. Lebih digerakkan kearah pemahaman diri yang intensif tentang dinamika-dinamika yang bertanggungjawab atas  terjadinya krisis-krisis kehidupan, dibanding dengan hanya mengatasi krisis kehidupan tertentu.
Menurut Suprapti (2003 ) psikoterapi merupakan salah satu intervensi dalam konteks hubungan profesional antara psikolog dengan klien. Bila digambarkan secara umum, tujuan psikoterapi ialah untuk pemecahan masalah, untuk peningkatan kemampuan seseorang untuk lebih berbahagia. Untuk tujuan tersebut psikoterapi sulit dibedakan dengan konseling psikologis yaitu proses memberikan bantuan psikologis kepada seseorang untuk dapat memecahkan masalahnya sendiri dan untuk mengembangkan kepribadian seoptimal mungkin.

Referensi :
Andi Mappiare, 1996, Pengantar konseling dan psikoterapi, Jakarta : Raja Grafindo Persada
Suprapti S.M., 2003, Pengantar Psikologi Klinis, Jakarta : UI Press


Tidak ada komentar:

Posting Komentar